Klisepa ByPass
Perjuangan Dokter Paru SPH di Tengah Pandemi, Sempat Jadi Penyintas Namun Tetap Berjuang...
dr. Russilawati, SP.P(K)

Perjuangan Dokter Paru SPH di Tengah Pandemi, Sempat Jadi Penyintas Namun Tetap Berjuang Kembali Layani Pasien

PADANG,KLIKPOSITIF-Tenaga kesehatan (nakes) adalah orang-orang yang menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 yang telah masuk ke Indonesia sejak 2020 lalu. Perjuangan nakes menjadi hal penting karena pasien terinfeksi virus yang pertama kali teridentifikasi di Wuhan tersebut butuh perawatan medis.

Semen PadangHospital (SPH) ditetapkan Gubernur Sumbar sebagai salah satu rumah sakit yang menangani pasien COVID-19 dan telah menangani ratusan pasien COVID-19 yang terinfeksi. Dokter ParuSemen PadangHospital , dr. Russilawati, SP.P(K) mengungkapkan, nakes diSPHmulai persiapan penanganan pasien virus corona sejak Maret 2020 lalu.

baca juga:Gelar Webinar Tentang Aturan Perundangan Kecelakaan Kerja, Semen Padang Hadirkan Direskrimum Polda Sumbar

"Persiapan dilakukan semenjak munculnya kabar mengenai virus itu. Kami bahkan telah mengikuti pelatihan dan mencari info yang sebanyak-banyaknya," kata dokter Russi.

Sampai saat ini, kata Russi, ratusan pasien COVID-19 yang telah ditangani nakesSPH. Pasien yang terinfeksi virus itu datang dengan keluhan yang bervariasi seperti menderita sesak nafas, gangguan pada pembuluh darah, demam, flu, pilek, hingga tanpa gejala. Tidak seluruh pasien terinfeksi, lanjutnya, memiliki keluhan yang sama, sehingga pihak rumah sakit harus benar-benar memastikannya dengan swab jika dia adalah orang yang telah melakukan perjalanan ataupun bertemu dengan yang terinfeksi.

baca juga:Dokter Gigi Anak SPH: Jangan Abaikan! Kesehatan Gigi Anak Pengaruhi Kesehatan Tubuh Mereka

Russi juga mengungkapkan, ia sendiri sebagai nakes yang bertugas dalam menangani pasien COVID-19, telah berulang kali Russi dan sesama rekannya melakukan swab secara rutin tiap bulannya guna memastikan bahwa mereka tak tertular virus tersebut. Namun pada swab yang dilakukannya pada Agustus lalu ternyata hasilnya berbeda dari hasil swab yang ia dapat sebelumnya.

"Pada Agustus, saya terkonfirmasi positif COVID-19 sebagai pasien tanpa gejala. Saya tak tahu tertular dari mana karena saya telah berusaha sebaik mungkin untuk tidak tertular virus tersebut. Bisa jadi virus tersebut saya dapatkan saat melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kerja atau perjalanan dari tempat kerja ke rumah," ujarnya.

baca juga:Semen Padang Gelar Webinar K3; Semua Perusahaan Harus Terapkan Safety Management

Setelah mengetahui hal tersebut, ia melakukan isolasi mandiri selama 3 minggu di rumah sampai akhirnya ia kembali mendapatkan hasil swab negatif. Ia juga melakukan swab 2 kali guna memastikan benar-benar sudah tidak lagi terinfeksi virus tersebut, sehingga nantinya ia tidak menularkan pada pasiennya.

Saat mengetahui Russi terinfeksi COVID-19, keluarganya tidak begitu kaget karena mereka tahu bahwa itu adalah risiko yang didapatkannya yang berprofesi sebagai nakes di tengah pandemi virus corona yang tengah merebak. Namun keluarganya tetap memintanya untuk lebih berhati-hati dan menjaga diri agar tidak kembali tertular virus tersebut.

baca juga:UPZ Baznas Semen Padang Kirim Beras 3,5 Ton untuk korban Gempa Sulbar

Russi menjelaskan pasien COVID-19 diSPHmendapatkan treatment khusus dalam pelayanan seperti penanganannya di ruangan isolasi. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa nakes selalu berusaha membantu pasien COVID-19 dengan memberikan support terhadap pasien yang tengah menjalani isolasi .

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan untuk lebih menjaga diri agar tidak tertular virus corona. Ia mengungkapkan bahwa rata-rata 5 persen dari pasien COVID-19 berisiko menjadi pasien kritis bahkan bisa meninggal.

"Dengan menjaga diri sendiri, kita sama dengan menjaga orang-orang yang kita sayangi," tuturnya.(*)

sumber: klikpositif

Komentar Informasi

Informasi Lainnya